Minggu, 28 September 2014

Peduli

      Menurut saya, sikap peduli terhadap sesama  adalah perasaan bertanggung jawab terhadap kesulitan yang dialami orang sekitar dan sesegera mungkin seseorang tersebut akan tergerak hatinya untuk melakukan sesuatu untuk mengatasinya. Beberapa waktu belakangan ini, Alhamdulillah saya senantiasa peduli terhadap keadaan orang-orang sekitar, seperti salah satunya saya terkadang di kehidupan sosial (terkhusus kehidupan kuliah) teramat senang dalam budaya tolong-menolong atau kerja sama, seperti dalam mengerjakan tugas individu maupun kelompok. Jika saya merasa sanggup dan menguasai tugas yang diberi dosen tentu ilmu itu akan senantiasa saya berikan kepada teman-teman saya yang butuh pengajaran lebih. Saya dari zaman-zaman sekolah pun sebelumnya sudah terbiasa menjadi pengajar atau sekedar berbagi ilmu dengan teman-teman yang membutuhkan karena saya berprinsip bahwa buat apa saya diberi Tuhan kemampuan mengingat ilmu yang Alhamdulillah luar biasa, tetapi tidak diamalkan atau tidak memberikan ilmu itu untuk teman-teman yang dimana mayoritas lebih banyak membutuhkan pengajaran lebih dari teman sendiri dibandingkan dari guru atau dosen pengajar, karena dimana-mana saya melihat setiap orang lebih cepat paham jika diajarkan teman sendiri bila dibandingkan dengan guru atau dosen pengajar. Menurut saya, dalam hal yang sangat mudah dilakukan setiap saat pun, seperti memberikan senyuman secara tulus kepada orang lain tentu itu merupakan salah satu perwujudan dari sikap kepedulian saya, dimana berarti saya telah memberikan kebahagiaan lahir dan bathin, serta memberikan kenyamanan kepada orang tersebut. Saya beberapa hari belakang ini juga Alhamdulillah telah memberi bantuan dana kepada teman saya yang membutuhkan dan tentu tidak akan mengharapkan imbalan sepersen pun, karena pemberian ini saya dasarkan atas niat yang tulus. Dalam hal ini, saya selalu berprinsip bahwa lebih baik MEMBERI daripada MENERIMA, serta harus selalu mengasihi yang KECIL dan menghormati yang BESAR.
      Saya juga pernah sesekali bersikap egois terhadap orang sekitar, seperti terkadang di dalam kelas saya selalu ingin mendapatkan nilai lebih di setiap kuis tanya-jawab karena saya merupakan tipe seseorang yang cukup berambisi untuk mendapatkan target nilai yang saya sudah rencanakan dari awal, bukan untuk dilihat menonjol oleh orang lain, tetapi saya berpikir disaat seperti inilah saya harus berlomba-lomba mendapatkan nilai-nilai lebih untuk mewujudkan target besar saya tersebut. Menurut saya, perlunya memiliki rasa kepedulian sosial untuk menjalin suatu kerja sama karena pada umumnya manusia saling membutuhkan dan tidak bisa melakukan segala sesuatunya secara sendirian, semuanya membutuhkan orang lain. Dengan adanya rasa peduli terhadap sesama, tentu saya dapat mewujudkan persatuan dan kesatuan dengan orang-orang sekitar, serta akan menciptakan kondisi yang kuat dan harmonis.

***

Sabtu, 20 September 2014

Tanggung Jawab

 
    Menurut saya, sikap tanggung jawab merupakan upaya menerima akibat dan konsekuensi dari sebab berupa pikiran, perasaan, ucapan, dan tindakan, baik di dunia maupun di akhirat. Beberapa waktu belakangan ini, Alhamdulillah saya telah bertanggung jawab terhadap banyak hal, seperti pada tugas kelompok kuliah, tugas pribadi, serta pada tata cara berucap di kehidupan sosial sekitar. Dalam mengerjakan tugas kuliah apapun, saya selalu berprinsip: memikirkan, merencanakan, dan bertindak. Itu merupakan suatu upaya pencapaian kebaikan diri sendiri, maupun orang sekitar karena secara tidak langsung itu merupakan sikap tanggung jawab untuk menyelesaikan hal atau bertindak secara baik dan benar demi masa depan yang lebih unggul.
      Dalam tata cara berucap pun terkadang saya teramat sangat berhati-hati, baik di kehidupan dalam kampus, maupun di luar kampus. Karena di setiap ucapan saya, ada suatu pertanggungjawaban yang harus dilakukan, jangan sampai menyinggung atau bahkan menyakiti perasaan lawan bicara atau orang sekitar saya, apalagi di dalam pergaulan kuliah yang terkadang keras. Jika saya melakukan kesalahan apapun, baik kesalahan bertindak maupun berucap, saya biasanya langsung bertanggung jawab untuk berusaha merubah kesalahan atau mengintrospeksi diri, karena dengan sikap sekecil atau sepele itupun tentu dapat menciptakan benih-benih pemimpin di masa depan yang semakin unggul. Aamiin.


***

Disiplin

    Menurut saya, sikap disiplin merupakan usaha untuk menepati janji dan waktu yang telah disepakati, serta berbagai aturan positif yang berlaku di dalam keluarga, lingkungan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, maupun aturan atau perintah dari Tuhan. Beberapa waktu belakangan ini, Alhamdulillah saya senantiasa bertindak disiplin, terutama disiplin dalam mengerjakan setiap tugas kuliah, dimana saya merupakan tipe seseorang yang tidak suka mengulur-ulur waktu, jika ada waktu luang sesingkat apapun pasti saya akan langsung melanjutkan setiap tugas yang belum terselesaikan, karena disini saya selalu membuat beberapa target yang dimana saya memprediksi kapan saya memulai suatu tugas dan kapan juga saya akan menyelesaikannya. Apa yang saya rasakan mungkin beberapa kebanyakan orang juga akan merasakannya, dimana jika kita disiplin dan cekatan dalam mengerjakan tugas apapun (sekolah, kuliah, rumah, masyarakat, negara, bahkan keagamaan), rencana hidup kita akan akan semakin teratur dan terarah, serta terdapat kebahagiaan tersendiri bagi yang melaksanakannya. Jika saya tidak bersikap disiplin sekalipun, misalkan terlambat (ngaret) ketika berjanjian dengan orang lain, apalagi jika sampai orang lain tersebut menunggu saya dalam jangka waktu yang tidak sebentar, tentu di dalam diri saya ada rasa ketidakenakkan dan "grasak-grusuk" tidak karuan (mulai panik), seperti telah melakukan kesalahan yang teramat besar dan tentu kecewa dengan menyalahkan diri sendiri.
       Tentu terdapat kekurangan yang saya miliki, saya bisa dibilang kurang disiplin dalam hal keagamaan, khususnya shalat 5 waktu. Jujur saya dalam seharipun, pasti terkadang dalam shalat 5 waktu terdapat "bolongnya", baik itu dzuhur, ashar, ataupun 'isya. Saya terkadang lalai dalam melaksanakan salah satu kewajiban atau perintah Allah SWT. itu. Tentu dari alasan sedang di perjalanan, sakit, bahkan kelupaan atau malas atau capek. Karena dengan setiap umat muslimin atau muslimat selalu melaksanakan shalat 5 waktu tanpa adanya "kelonggaran" (bolong-bolong), tentu itu sudah mencerminkan sikap disiplin yang ada pada dirinya secara tidak sadar. Dapat ditarik kesimpulan, bahwa sikap disiplin merupakan jembatan antara tujuan atau target dengan pencapaian kedepannya sehingga dapat memetik sebuah keberhasilan, serta kebangkitan dalam suatu negara, Insha Allah.
***

Jumat, 19 September 2014

Jujur


 

      Menurut saya, sikap jujur adalah kredibilitas atau kualitas hidup seseorang, karena dengan bersikap jujur atau mengatakan apa adanya, tentu orang lain akan memercayai setiap ucapan dan perbuatan saya, asalkan kejujuran itu didasari atas niat yang tulus. Beberapa waktu belakangan ini, Alhamdulillah saya telah melakukan tindakan jujur, salah satunya adalah mematuhi aturan DK UMB 2014 dan aturan kampus itu sendiri. Selama DK, saya mematuhi setiap tata tertib atau aturan yang berlaku disana, seperti harus memakai sepatu kets hitam, mengenakan kemaja batik lengan pendek dan celana bahan warna hitam, serta yang paling utama bagi laki-laki adalah rambut harus crew cut 1,5  cm. Menurut saya, itu adalah salah satu sikap jujur yang diikuti dengan perilaku disiplin dan rasa tanggung jawab yang tinggi. Saya merupakan tipe seseorang yang terlalu polos dan jujur, karena di setiap kapanpun dan dimanapun saya selalu mengatakan apa adanya. Saya terlahir di keluarga yang mengajarkan kepada saya untuk tidak bersikap egois dan selalu mempertimbangkan kepentingan orang lain, tidak selalu mementingkan keperluan pribadi. Itu juga merupakan salah satu poin dalam aspek kejujuran, dimana di saat saya jujur di saat itulah saya telah menghargai orang lain dan tidak membuat rugi orang lain.
       Dalam tugas presentasi kimia pun, secara tidak langsung saya diajarkan untuk bersikap jujur. Jikalau dalam suatu kerja sama terdapat kesulitan-kesulitan, berarti terdapat suatu ketidakjujuran di dalamnya. Dimana sikap jujur itu berhubungan erat dengan rasa tanggung jawab, baik ucapan atau perbuatan diri sendiri. Jadi, Alhamdulillah dalam tugas presentasi kimia ini, saya sekelompok dengan beberapa orang yang semuanya mudah diajak bekerja sama dan yang pada akhirnya selesai dengan lancar dan cepat, itu semua karena kejujuran dalam pemikiran bersama. Dalam waktu belakangan ini, Alhamdulillah saya selalu bersikap jujur dan tetap bertanggung jawab terhadap ucapan, maupun perbuatan diri sendiri dan Insha Allah dalam waktu ke depan akan terus seperti ini. Karena saya yakin dengan saya bersikap jujur dan apa adanya, itu merupakan sebuah kenikmatan kebahagiaan sejati dimana akan meningkatkan kredibilitas hidup saya sendiri.

***

Kamis, 18 September 2014

Waspada Penggunaan MSG Berlebih



Dari sekian banyak senyawa penyedap citarasa yang beredar bebas di pasaran, seperti Disodium inosinat (IMP), Disodium guanilat (GMP), Maltol, 5 Nukleotida, Monosodium glutamat (MSG) dan lain sebagainya,  ternyata hanya MSG yang paling banyak dikonsumsi masyarakat dan paling populer di pasaran karena kemurahan dan keefektifannya dalam menguatkan rasa. Junk food adalah contoh makanan dengan kandungan MSG paling banyak. Hampir setiap masakan di rumah makan atau warung-warung, seperti sayur asem, sup ayam, saus tomat, kecap, bumbu mie instan dan lain sebagainya dipastikan tidak luput dari yang namanya michin atau MSG untuk menambahkan citarasa masakan menjadi lebih nikmat dan gurih. Tentu setiap orang tidak ingin menikmati masakan yang hambar, dari alasan inilah MSG diperlukan, baik dalam makanan siap saji, makanan beku, ataupun makanan kaleng.
Ternyata dibalik kenikmatan MSG ini, terdapat efek samping yang berbahaya bagi kesehatan tubuh manusia, terutama kesehatan pada anak-anak yang masa pertumbuhannya lebih sensitif dibandingkan orang dewasa. Asam glutamat dan Gamma-asam aminobutrat yang terdapat pada MSG dapat memengaruhi transmisi sinyal dalam otak. Asam glutamat dapat meningkatkan transmisi sinyal pada otak, sedangkan Gamma-asam aminobutrat menurunkannya. Jika seseorang mengonsumsi MSG secara berlebihan, tentu itu dapat merusak kesetimbangan transmisi sinyal pada otak manusia yang bisa berakibat kelumpuhan. MSG sebenarnya aman dikonsumsi sejauh tidak berlebihan. Batasan aman penggunaan MSG per hari menurut WHO (World Health Organization) sebaiknya sekitar 0-120 mg/kg berat badan. Meski dinilai aman, MSG tidak diperlukan bagi seseorang yang tengah mengidap cedera otak karena stroke, terbentur, terluka, ataupun penyakit syaraf.
Walaupun sebagian orang ada yang mengonsumsi MSG tidak mendapatkan efek samping berbahaya, tetapi beberapa orang memiliki alergi bila mengonsumsi MSG secara berlebihan, seperti gejala pusing, mati rasa yang menjalar dari rahang sampai belakang leher, sesak nafas, leher dan dada panas, keringat dingin, bahkan dalam jangka waktu yang panjang dapat menyebabkan resiko pertumbuhannya sel-sel kanker. Kondisi ini pada umumnya dialami seseorang 15-20 menit sehabis menyantap masakan China di rumah makan. Masakan China memang dituding paling banyak mengandung MSG. Karena itulah gejala-gejala yang dialami ini disebut Chinnese Restaurant Syndrome. Jika dilihat dari fisiknya, gejala seseorang yang memiliki alergi setelah menyantap masakan-masakan yang mengandung kadar MSG lebih adalah peradangan pada kulit menjadi panas dan gatal yang berlebihan, kulit menjadi merah dan kasar, terdapat goresan luka pada kulit yang menyebabkan kulit mengelupas dan bengkak, serta dapat mengeluarkan nanah yang berwarna kuning kental pada peradangannya tersebut. Itulah gejala-gejala yang dialami seseorang pengidap penyakit alergi akut pada michin atau MSG, misalkan penyakit eksim.
Dampak buruk lain yang dapat ditimbulkan dari mengonsumsi makanan yang mengandung MSG secara berlebihan diantaranya adalah:
1.  Mengalami obesitas, gangguan lambung, mual-mual dan diabetes
2.  Terkena Alzheimer (pikun) dan penurunan kecerdasan
3.  Migrain, kebutaan dan mulut kering
4.  Gangguan tidur, hipertensi dan asma
5. Membuat indera perasa menjadi kebal sehingga merasa ketagihan untuk mengonsumsinya 
6.  Kerusakan beberapa sel syaraf di dalam bagian otak (Hypothalamus) pada bayi 
7.  Meningkatkan resiko kanker hati dan gangguan pencernaan 
8.  Kerusakan hati, jantung, otak, limfa dan sistem saraf pusat
Reaksi terhadap MSG dapat terjadi kapan saja, dari mulai segera setelah mengonsumsi MSG sampai beberapa hari kemudian. Jika seseorang sudah terpaksa harus mengonsumsi makanan yang mengandung MSG, sebaiknya mengonsumsi terlebih dahulu sayur-sayuran atau buah-buahan karena sayur dan buah mengandung serat yang dapat meminimalkan penyerapan MSG dalam tubuh. Bahan pengganti dari MSG yang biasanya dilakukan oleh kebanyakan orang adalah bubuk kecap, garam, gula pasir, bawang putih, ebi, atau bahkan tidak sama sekali menggunakan penyedap citarasa. Sebaiknya juga setiap manusia dianjurkan untuk makan makanan dalam bentuk yang paling alami karena tubuh manusia diciptakan untuk mencerna makanan buatan alam, bukan diciptakan untuk menyerap zat sintetis buatan manusia.


***

Sumber Referensi :










Sumber Gambar:

Senin, 15 September 2014

Mengenal Diri


    

   Manusia diciptakan oleh Tuhan memiliki potensi atau kemampuan yang berbeda-beda, begitu pula dengan saya. Saya terlahir di keluarga yang semuanya menyukai musik dan hobi berkaraoke, walaupun tidak ada satupun di keluarga saya yang bisa memainkan alat musik. Dari sanalah, saya mengetahui potensi yang ada pada diri saya, yaitu bernyanyi semenjak menduduki bangku SMP dengan aktif sebagai tim Paduan Suara sekolah hingga bangku SMA. Dan satu lagi potensi yang ada pada diri saya, yaitu "mengukir" tulisan (begitu perkataan teman-teman saya), terbukti saya pernah menjadi sekretaris kelas. Keahlian saya membuat grafiti ini entah dimulai sejak kapan, yang pasti tiba-tiba muncul dan bergulir begitu saja dan saya sangat menikmati itu semua. Saya sangat bersyukur dengan kemampuan atau potensi yang saya miliki, ini merupakan anugerah dari Tuhan dan saya tidak akan pernah puas dan akan terus tekun belajar untuk mendapatkan hasil yang terbaik suatu saat nanti, serta belajar dari pengalaman dan kegagalan. 
     Kelebihan dari sifat saya adalah saya merupakan tipe seseorang yang sangat mencintai kebersihan, kerapihan, serta mempunyai rasa tanggung jawab yang tinggi dan mudah merasa nggak enak dengan seseorang jika melakukan kesalahan dan sesegera mungkin langsung meminta maaf, tetapi tetap merasa nggak enak. Dibalik semua kelebihan, pasti terdapat kekurangan yang ada pada diri saya, yaitu saya merupakan tipe seseorang yang telat mikir (telmi) atau pelo dan suka banget bengong secara tiba-tiba, serta mudah panik dan grogi, bahkan tidak bisa mengontrol diri di saat sedang panik ataupun grogi. Saya merupakan tipe seseorang yang sangat pendiam, suka menyendiri, pasif dan kurang supel. Tetapi, itu semua akan berubah 360 derajat di saat orang lain sudah akrab banget dengan saya, saya akan menjadi seseorang yang periang, humoris, bahkan terkadang jahil, karena saya sudah merasa inilah kelompok sosial yang pas dengan tipe kepribadian saya. Beberapa kelemahan lagi yang ada pada diri saya adalah sifat keras kepala saya yang terkadang terlalu percaya diri dan merasa bodoamat dengan segala perkataan orang sekitar, serta sifat ambisius saya yang lumayan tinggi karena terlalu bersemangat dengan target atau tujuan yang ingin saya capai.
     Tentu dengan sisi kelemahan yang ada pada diri saya, mengintrospeksi diri merupakan cara terbaik. Manusia di muka bumi ini pasti pernah melakukan kesalahan dan mempunyai kelemahan, dari sanalah hendaknya kita terus mengevaluasi atau mengintrospeksi diri menjadi khalifah di muka bumi yang berakhlak mulia, baik untuk diri sendiri, orang sekitar, maupun di mata Tuhan. Hendaknya juga kita mempunyai hati nurani, jujur saya merupakan tipe seseorang yang mudah meneteskan air mata dan mudah tersentuh atau merintih ketika mendengar cerita-cerita yang penuh keharuan dan kesedihan, ataupun melihat sesuatu secara langsung yang bersifat penuh haru. Dengan adanya akhlak mulia dan hati nurani, sungguh kita telah menjadi khalifah atau pemimpin di muka bumi, Insha Allah begitu juga dengan saya.

***