Minggu, 17 Januari 2016

Tiga Titik Pusat Bonus Demografi Indonesia

Pembangunan infrastruktur yang belum merata
Saat ini, Indonesia tengah menikmati era bonus demografi dimana jumlah penduduk usia produktif memiliki proporsi terbesar dibandingkan jumlah penduduk usia non produktifnya, yaitu mencapai dua per tiga dari total jumlah penduduk Indonesia.

Kamis, 19 November 2015

Mind Mapping "Manajemen Resiko"


***

Artikel llmiah Hasil Pemikiran



Manajemen Resiko dalam Dunia Perbankan

ABSTRAK
Tulisan ini memberikan penjelasan tentang manajemen resiko pada umumnya dan setiap langkah yang harus dilakukan untuk melaksanakan manajemen resiko. Masalah tentang manajemen resiko sekarang ini menjadi sangat penting dalam setiap sisi ilmu pengetahuan dan tempat praktiknya. Sistem perbankan adalah salah satu tempat praktik manajemen resiko yang menjadi sangat penting dan mempunyai dampak yang baik dalam sistem perbankan yang sekarang sedang berjalan. Karena itu tulisan ini akan dikaji bagaimana melaksanakan manajemen resiko secara umumnya.
Kata Kunci : Manajemen Resiko, Perbankan

Senin, 05 Oktober 2015

Penulisan BAB I Tugas Akhir

Analisis Pengaruh Motivasi, Kompetensi dan Lingkungan Kerja terhadap Produktivitas Karyawan PT. TASPEN (Persero) Area Tangerang

BAB I. PENDAHULUAN

1.1.     Latar Belakang Masalah
Produksi merupakan pusat pelaksanaan kegiatan yang konkrit bagi pengadaan barang dan jasa pada suatu badan usaha dan perusahaan. Proses produksi tersebut merupakan bagian terpenting dalam perusahaan, karena apabila terhenti maka perusahaan akan mengalami kerugian. Dalam kegiatan produksi, faktor tenaga kerja (karyawan) mempunyai pengaruh besar, karena tenaga kerjalah yang melaksanakan proses produksi tersebut. Karyawan pada hakikatnya merupakan salah satu unsur yang menjadi sumber daya dalam perusahaan. Sumber daya manusia inilah yang menjalankan kegiatan sehari-hari. Karyawan merupakan living organism memungkinkan berfungsinya suatu organisasi atau perusahaan dan menjadi unsur penting dalam manajemen.
Karyawan suatu perusahaan akan dapat bekerja dengan baik dalam menghasilkan suatu barang apabila mereka mempunyai minat dan semangat terhadap pekerjaan tersebut. Karyawan yang memiliki semangat kerja yang tinggi akan meningkatkan kehidupan organisasi atau perusahaan. Loyalitas dan semangat kerja dapat dilihat dan mereka senang dengan pekerjaannya. Mereka akan memberikan lebih banyak perhatian, imajinasi, dan keterampilan dalam pekerjaannya. Dengan demikian, diperlukan suatu motivator bagi karyawan, yaitu berupa pemenuhan kebutuhan fisik dan non fisik. Karyawan akan lebih memusatkan perhatiannya terhadap tugas dan tanggung jawabnya, sehingga hasil pekerjaan yang dicapai dapat meningkat. Untuk itulah dibutuhkan suatu dorongan bagi karyawan di dalam menyelenggarakan kegiatan di suatu perusahaan. Dorongan itulah yang disebut motivasi.
Motivasi sebagaimana diungkapkan Wursanto (1988:132) adalah alasan, dorongan yang ada di dalam diri manusia yang menyebabkan manusia melakukan sesuatu atau berbuat sesuatu. Dengan adanya motivasi, dapat merangsang karyawan untuk lebih menggerakkan tenaga dan pikiran dalam merealisasikan tujuan perusahaan. Apabila kebutuhan akan hal ini tepenuhi, maka akan timbul kepuasan dan kelancaran terhadap peningkatan produktivitas kerja karyawan.
Produktivitas kerja akan terwujud jika para karyawan mempunyai kemampuan dalam menyelesaikan pekerjaan atau tugas yang menjadi tanggung jawabnya masing-masing.  Masalah yang sering dihadapi pimpinan organisasi adalah bagaimana mencari cara yang paling terbaik yang harus ditempuh agar dapat menggerakkan dan meningkatkan produktivitas kerja karyawannya agar secara sadar dan bertanggungjawab melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. Karyawan yang ada pada PT. TASPEN (Persero) Area Tangerang ini kurang lebih sebanyak 50 orang. Apabila kebutuhan serta keinginan karyawan sudah terpenuhi, maka mereka akan melaksanakan pekerjaannya dengan baik dan juga akan lebih bersemangat dalam bekerja sehingga karyawan itu memiliki kesanggupan atas tugas yang dibebankan, kesanggupan untuk bekerjasama, serta sanggup menaati peraturan berorganisasi.

1.2.     Perumusan Masalah
Produktivitas kerja karyawan PT. TASPEN (Persero) Area Tangerang masih harus ditingkatkan kembali. Hal ini dapat dilihat dari kegiatan karyawan sehari-hari dalam melaksanakan tugas dan pekerjaannya. Masih ditemukan karyawan yang datang terlambat dari jam masuk yang telah ditentukan, istirahat yang terlalu lama, pulang terlalu awal, dan lain sebagainya.
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka yang menjadi pokok permasalahan ini adalah, Adakah pengaruh motivasi, kompetensi, serta lingkungan kerja terhadap produktivitas kerja karyawan di PT. TASPEN (Persero) Area Tangerang.

1.3.     Pembatasan Masalah
Penulis membatasi pembahasan tugas akhir ini pada :
a.   Tidak membahas tentang financial atau cost produksi.
b.   Karena populasi di PT. TASPEN (Persero) Area Tangerang kurang, maka dipakai sampling

1.4.     Tujuan Penelitian
Tujuan yang hendak dicapai melalui penelitian ini adalah untuk mengkaji secara empiris apakah motivasi, kompetensi, serta lingkungan kerja berpengaruh terhadap produktivitas kerja yang ada di PT. TASPEN (Persero) Area Tangerang.

1.5.     Manfaat Penelitian
Manfaat yang diharapkan dari hasil penelitian ini adalah sebagai masukkan pada pihak PT. TASPEN (Persero) Area Tangerang sebagai pedoman kebijakan selanjutnya untuk meningkatkan produktivitas kerja karyawannya.

1.6.     Sistematika Penulisan
Dalam penyusunan tugas akhir ini diberikan uraian bab demi bab yang berurutan untuk mempermudah pembahasan sebagai berikut :
BAB I : PENDAHULUAN

          Dalam bab ini, diuraikan mengenai latar belakang masalah, perumusan masalah, pembatasam masalah, tujuan penelitian, manfaat penulisan, serta sistematika penulisan.


***

Minggu, 20 September 2015

Tiga Titik Pusat Bonus Demografi Indonesia

Pembangunan infrastruktur yang belum merata

Saat ini, Indonesia tengah menikmati era bonus demografi dimana jumlah penduduk usia produktif memiliki proporsi terbesar dibandingkan jumlah penduduk usia non produktifnya, yaitu mencapai dua per tiga dari total jumlah penduduk Indonesia.
Berkenaan dengan hal ini, Indonesia kini tengah gencar-gencarnya dalam mencanangkan gerakan Keluarga Berencana (KB), program kesehatan, pendidikan dan moralitas, serta pembangunan infrastruktur sehingga dengan demikian dapat menurunkan angka kelahiran dan angka kematian secara signifikan.
Menteri Koordinator bidang Kesejahteraan Masyarakat (Menko Kesra) era Presiden Soeharto, Haryono Suyono, menegaskan hal itu, saat ditemui di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Jakarta, Kamis 25 Juni 2015 silam.
Namun, yang menjadi formulasi permasalahan saat ini adalah dimana bonus demografi Indonesia itu sendiri hanya terpusat pada tiga wilayah dan tidak pindah dari DKI Jakarta, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur. "Tiga provinsi ini (DKI Jakarta, Yogyakarta, dan Jawa Timur) sampai sekarang yang bonus demografinya terbesar", ujar Haryono di dalam sebuah diskusi di Jakarta. Baca disini.
Menurutnya, ketiga provinsi tersebut selalu mendapat bonus demografi terbesar dikarenakan masyarakat produktif yang berada di sekitar sana selalu aman dan nyaman, ditambah dengan adanya pembangunan infrastruktur yang belum merata di wilayah asalnya. 
"Pembangunan masih terpusat sehingga bonus demografi di tempat-tempat lain banyak yang pergi ke tiga tempat ini", jelas Haryono. "Menteri PU itu harus memastikan pembangunan infrastruktur itu benar-benar bisa memfasilitasi bonus demografi ini jadi mesin penggerak ekonomi nasional", tambahnya. Baca disini.
Hal ini diperlukan untuk mengimbangkan adanya ketersediaan pusat ekonomi yang baru sehingga tidak lagi mengandalkan pusat ekonomi yang sudah ada. Bonus demografi ini sudah sepatutnya harus diimbangi dengan pembangunan pusat-pusat pertumbuhan eknomi baru dari mulai jalan hingga kawasan industri integrasi, seperti perumahan dan kawasan industri secara merata sehingga akan merangsang masyarakat pindah ke daerah manapun.
"Dengan kegiatan ekonomi yang menjanjikan, maka tanpa dipaksa-paksa untuk pindah, orang juga dengan sendirinya akan pindah", tutur Haryono.


***

Sabtu, 19 September 2015

Judul Skripsi atau Penelitian

  1. Analisis Kualitas Pelayanan Jasa E-Commerce Berdasarkan pada Job Description di PT. X
  2. Penerapan Metode Service Quality terhadap Kepuasan Pelanggan di PT. Z (Studi Kasus pada Perusahaan Properti dan Real Estate)
  3. Analisis Pengaruh Kualitas Pelayanan terhadap Loyalitas Pelanggan (Studi Kasus pada X Salon Jl. Panglima No. 12 Kembangan)
  4. Analisis Pengaruh Motivasi, Kompetensi dan Lingkungan Kerja terhadap Produktivitas Karyawan PT. TASPEN (Persero) Area Tangerang
  5. Pengaruh Implementasi Just in Time (JIT) terhadap Manajemen dan Operasional Kerja Guna Peningkatan Kepuasan Pelanggan di PT. XYZ
  6. Analisis Pengaruh Iklan dan Citra Merk Produk Rokok Djie Sam Soe 234 terhadap Keputusan Pembelian Konsumen (Studi Kasus Mahasiswa Teknik Industri Universitas Mercu Buana Jakarta)
  7. Analisis Faktor-faktor yang Memengaruhi Kepuasan Pelanggan Pemegang Garuda Frequent Flyer terhadap Fasilitas Pelayanan PT. Garuda Indonesia
  8. Analisis Tingkat Kepuasan Mahasiswa terhadap Pelayanan Kerja pada Biro Administrasi Akademik (BAK) dengan Metode Service Quality di Universitas Mercu Buana Jakarta
  9. Pengaruh Tingkat Kepuasan dan Loyalitas Pelanggan terhadap Kualitas Produk pada Sabun Mandi Cair di PT. XXX
  10. Penerapan Metode Service Quality terhadap Pelayanan Jasa Rumah Tangga Guna Meningkatkan Kepuasan Pelanggan di PT. Hans Yudhikarya Abadi Tangerang

***

Sabtu, 12 September 2015

RSK Daftar Pustaka Skripsi



Analisa Overall Equipment Effectiveness (OEE) pada Mesin Reaktor R-102 di PT.XYZ
Ditulis oleh :
Barito Sabani Aji
41611110018
Program Studi Teknik Industri
Tahun 2011

Ringkasan Skripsi
Peningkatan produktivitas sangatlah penting bagi perusahaan untuk memperoleh keberhasilan pada proses usahanya. Salah satu contoh peningkatan produktivitas adalah dengan mengevaluasi fasilitas produksi pada perusahaan. Pada umumnya, penyebab gangguan produksi dapat dikategorikan menjadi tiga, yaitu faktor manusia, mesin, dan lingkungan. Faktor terpenting dari kondisi di atas adalah performance mesin produksi yang digunakan. Implementasi preventive maintenance di PT. XYZ belum optimal karena mesin-mesin masih sering mengalami perbaikan corrective maintenance. Mesin yang mengalami corrective maintenance harus dimatikan hingga perbaikan selesai. Tindakan ini menyebabkan peningkatan biaya produksi karena perbaikan dilakukan ketika produksi berjalan sehingga membuang waktu produktif. Salah satu metode yang digunakan untuk mengukur keefektivitasan mesin, yaitu dengan menggunakan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE). Dengan diketahuinya nilai OEE, maka perusahaan bisa mengetahui masalah yang ada dan langkah apa saja yang dapat dilakukan untuk meningkatkan keefektivitasan dari penggunaan peralatan atau mesin.

Kritik terhadap Penulisan Daftar Pustaka pada Skripsi
          Menurut pemahaman saya, sistematika penulisan daftar pustaka pada skripsi ini bisa dikatakan cukup baik, namun terdapat kekurangan pada kesesuaian tata cara penulisan bahasa pada setiap referensi pustaka yang masih banyak ditemukan belum sesuai dengan standar penulisan daftar pustaka yang baik dan benar, terkhusus untuk sebuah skripsi. Banyak ditemukannya kutipan-kutipan pada setiap referensi pustaka yang melebihi batas standar, dimana setiap referensi pustaka pada daftar pustaka dari manapun memiliki batasan maksimal 5 (lima) tahun terakhir terhitung dari pembuatan karya tulis tersebut, terkhusus pada skripsi ini. Selain itu, ada juga beberapa referensi pustaka yang berasal dari jurnal cetak yang tidak memenuhi standar persyaratan penulisan yang baik dan benar, dimana ada yang tidak mencantumkan kota jurnal itu berasal, serta volume atau edisi jurnal tersebut beserta nomor jurnalnya. Kemudian, masih adanya penulisan gelar pada nama pengarang yang sebenarnya tidak boleh dicantumkan, begitu juga judul seluruh referensi pustaka masih terdapat kekurangan karena penulisan judul tidak di garis miring (italic) atau di garis bawahi (underline), terkhusus pada kata serapan atau bahasa asing, serta masih banyak ditemukannya penempatan koma (,) dan titik (.) yang tidak sesuai dengan tempatnya.

Saran terhadap Penulisan Daftar Pustaka pada Skripsi
          Menurut saya, sebaiknya sebelum melakukan penulisan daftar pustaka pada setiap karya tulis, terkhusus pada skripsi harus membaca atau memahami terlebih dahulu pedoman tata cara penulisan daftar pustaka yang baik dan benar , baik untuk referensi yang berasal dari buku, web atau internet, media cetak, jurnal, serta ensiklopedia. Pada saat ini, pemahaman tata cara penulisan daftar pustaka yang saya paparkan ini berlandaskan pada Baca disini. Selain itu, akan menjadi lebih apabila batasan pemakaian atau pengambilan referensi pustaka tidak melebihi 5 (lima) tahun terakhir terhitung dari pembuatan karya tulis tersebut, terkhusus pada skripsi.

Referensi Pustaka yang Tidak Memenuhi Kriteria Penulisan yang Baik dan Benar
Agil Septiyan H dan H. Hari Supriyanto., 2012. “Pengukuran Nilai Overall Effectiveness (OEE) Sebagai Pedoman Perbaikan Efektivitas Mesin CNC Cutting”. Jurnal Teknik POMITS Vol. 1, No 1: 1-6.
Assauri, S. 2008. Manajemen Produksi dan Operasi, Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
Binoy Boban and Jenson Joseph E., 2013. “Enhancing Overall Equipment Effectiveness for a Manufacturing Firm through Total Productive Maintenance, International Journal of Emerging Technology and Advanced Engineering Vol. 3 Issue 8.
Dinda Hesti T, Arif Rahman dan Ceria Farela M.T., 2013. “Analisis Overall Effectiveness Equipment (OEE) dalam meminimalisi Six Big Losses pada Mesin Produksi Dual Filters DD07, Jurnal Teknik Industri. Universitas Brawijaya.
Santoso, G. 2010. Manajemen Perawatan Pabrik. Jakarta: Pustaka Prestasi Publisher.

Referensi Pustaka yang Sudah Memenuhi Kriteria Penulisan yang Baik dan Benar
Agil Septiyan H dan Hari Supriyanto. 2012. Pengukuran Nilai Overall Effectiveness (OEE) Sebagai Pedoman Perbaikan Efektivitas Mesin CNC Cutting. Jakarta: Jurnal Teknik POMITS. Vol. 1, No. 1: 1-6.
Assauri, S. 2008. Manajemen Produksi dan Operasi. Jakarta:  Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
Binoy Boban and Jenson Joseph E. 2013. Enhancing Overall Equipment Effectiveness for a Manufacturing Firm through Total Productive Maintenance. London: International Journal of Emerging Technology and Advanced Engineering. Vol. 3, Issue 8.
Dinda Hesti T, Arif Rahman dan Ceria Farela. 2013. Analisis Overall Effectiveness Equipment (OEE) dalam meminimalisi Six Big Losses pada Mesin Produksi Dual Filters DD07. Malang:  Jurnal Teknik Industri. Universitas Brawijaya. Vol. 2, No. 2: 1-5.
Santoso, G. 2010. Manajemen Perawatan Pabrik. Jakarta: Pustaka Prestasi Publisher.

Referensi Pustaka yang Melebihi Batasan Tahun
Assauri, S. 2008. Manajemen Produksi dan Operasi, Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
Ebeling, Charles E. 1997. An Introduction to Reliability and Maintainability Engineering. McGraw-Hill International Edition.
Nakajima, Seiichi. 1988. Introduction to TPM : Total Productive Maintenance. Nakajima, Seiichi. 1989. TPM Development Program: Implementing Total Productive Maintenence.
Robert, J. 1997. Total Productive Maintenance. Departement of Industrial Engineering Technology, Texas.
Santoso, G. 2010. Manajemen Perawatan Pabrik. Jakarta: Pustaka Prestasi Publisher.


***